Medan — Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menggelar Workshop Perencanaan Perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Pemerintah Kota Madya Tebing Tinggi, berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 10 hingga 12 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 51 peserta, terdiri dari pimpinan, dosen tetap, calon dosen, PLP, serta staf administrasi akademik dan umum.
Workshop ini difokuskan pada penguatan implementasi Outcome-Based Education (OBE) dan penyelarasan kurikulum dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Materi yang disampaikan meliputi kurikulum berbasis OBE, metode pembelajaran, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta rubrik penilaian kompetensi. Narasumber kegiatan antara lain Alia Bihrajihant Raya dan Wonny Ahmad Ridwan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa Pendidikan vokasi pertanian adalah fondasi kedaulatan pangan. Indonesia butuh lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap menjawab tantangan industri.
“Langkah Polbangtan Medan menyusun pembelajaran berbasis OBE dan SKKNI adalah bukti nyata mencetak SDM pertanian berkualitas,” kata Mentan Amran.
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti juga mengatakan bahwa kurikulum harus selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Workshop ini menjamin apa yang diajarkan relevan dan menghasilkan lulusan yang langsung siap pakai.
“Kami sangat mengapresiasi upaya Polbangtan Medan menjaga mutu pendidikan melalui perencanaan yang matang,” kata Arsanti.
Di kesemptan lain, Kapusdiktan Muhammad Amin mangatakan kalau pendidikan harus menjamin mahasiswa mencapai kompetensi yang diharapkan. “Penerapan OBE dan SKKNI memastikan lulusan tidak hanya memegang ijazah, tetapi memiliki keahlian yang diakui secara nasional. Ini langkah strategis meningkatkan daya saing lulusan,” katanya.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan bahwa kualitas pembelajaran dimulai dari perencanaan yang matang. Melalui workshop ini, harus dipastikan setiap dosen memahami capaian pembelajaran, cara mengukurnya, dan menyelaraskannya dengan kebutuhan industri.
“Semoga hasil kegiatan ini membawa manfaat besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di Polbangtan Medan,” kata Nurliana.
Workshop ini diharapkan menghasilkan daftar dosen pengampu mata kuliah yang resmi, rubrik penilaian kompetensi berbasis OBE dan SKKNI, instrumen evaluasi pembelajaran, serta pemetaan keterkaitan capaian pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan lahir lulusan yang kompeten, profesional, dan berdaya saing global.
Leave feedback about this