MEDAN — Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan resmi menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Digital Marketing bagi mahasiswa Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini diikuti 126 mahasiswa semester VII dari Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan dan Penyuluhan Perkebunan Presisi.
Pelaksanaan dibagi menjadi dua tahap yaitu bimbingan teknis pada 18–20 September 2026, dilanjutkan uji sertifikasi pada tanggal 28–30 September 2026, bertempat di kampus Polbangtan Medan. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Retail Indonesia menjadi mitra penyelenggara kegiatan ini.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, dunia usaha dan industri kini menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai bidang pertanian, tetapi juga keterampilan pemasaran berbasis teknologi. Polbangtan Medan menjawab tantangan tersebut dengan membekali mahasiswa sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pertanian bukan lagi sekadar bercocok tanam, melainkan industri yang dikelola secara cerdas dan modern. Digitalisasi adalah kunci membuka akses pasar yang lebih luas bagi hasil tani kita.
“Melalui sertifikasi ini, kita mencetak generasi petani dan penyuluh yang tidak hanya handal di ladang, tetapi juga lihai di dunia maya. Inilah wajah pertanian Indonesia masa depan yang profesional, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” kata Mentan Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya penyelarasan keterampilan lulusan dengan kebutuhan dunia kerja lulusan Polbangtan harus menjadi pelopor perubahan. Kemampuan mengelola platform digital, menganalisis perilaku konsumen, dan menyusun strategi pemasaran berbasis data bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
“Kami pastikan setiap investasi pengembangan kompetensi ini akan melahirkan tenaga muda pertanian yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Arsanti.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin menyampaikan bahwa program ini menjadi tolok ukur kualitas pendidikan vokasi pertanian. Pendidikan pertanian harus relevan dengan zaman. Sertifikasi Digital Marketing adalah bukti nyata Polbangtan Medan bergerak selaras dengan arah kebijakan. Polbangtan menghasilkan lulusan yang kompeten, berjiwa wirausaha, dan siap menjawab tantangan Dunia Usaha dan Dunia Industri.
“Kompetensi yang tersertifikasi menjadi jaminan mutu sekaligus bekal berharga saat mereka terjun ke Masyarakat,” kata Amin.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pencapaian visi institusi menjadi politeknik unggul. “Kami tidak hanya mendidik, kami membekali. Dengan 126 mahasiswa yang mengikuti sertifikasi ini, kami ingin memastikan setiap lulusan Polbangtan Medan memiliki keunggulan kompetitif. Mereka akan mampu mempromosikan produk pertanian, menyusun kampanye pemasaran digital, dan membangun jaringan pasar yang lebih luas. Inilah bentuk nyata komitmen kami mencetak SDM pertanian yang profesional, mandiri, dan berdaya saing,” kata Nurliana.
Kegiatan ini dikoordinasikan secara ketat dengan kepanitiaan yang melibatkan seluruh unsur kampus, dipimpin oleh Ketua Pelaksana, Silvia Nora dengan dukungan tim sekretariat, administrasi, keuangan, serta tim teknologi dan dokumentasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta tidak hanya memperoleh sertifikat pengakuan kompetensi, tetapi juga mampu mengaplikasikan keterampilan digital marketing untuk memajukan sektor pertanian. Mahasiswa dibekali kemampuan mengelola platform digital, menganalisis kebutuhan pasar, serta menyusun strategi pemasaran berbasis teknologi sebagai bekal yang akan menjadi nilai tambah saat mereka memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha pertanian mandiri.
Leave feedback about this