Langkat – Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Medan terus mendorong penguatan kelembagaan ekonomi petani sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan penelitian dosen Polbangtan Medan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Tim Peneliti Dosen Polbangtan Medan yang diketuai oleh Yuliana Kansrini asesmen lapangan penelitian berjudul “Model Ekosistem Bisnis Pemberdayaan Kelembagaan Ekonomi Petani Kelapa Sawit Mendukung Perkebunan Berkelanjutan di Kabupaten Langkat.” pada Jumat (08/05/2026) dan Sabtu (09/05/2026).
Penelitian ini dilakukan untuk mendukung program strategis Kementerian Pertanian terkait penerapan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan serta hilirisasi komoditas perkebunan.
Ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman yang mengatakan bahwa penelitian dan inovasi dari perguruan tinggi pertanian, termasuk dosen Polbangtan, memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada pangan dan hilirisasi pertanian nasional.
“Pertanian tidak mungkin maju tanpa inovasi. Karena itu, hasil penelitian kampus harus mampu menjawab kebutuhan petani dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mentan Amran.
Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penelitian dosen Polbangtan di bidang perkebunan kelapa sawit merupakan bagian penting dalam mendukung pengembangan pertanian modern, berkelanjutan, dan berbasis inovasi.
Menurutnya, riset yang dilakukan dosen tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu memberikan solusi nyata bagi peningkatan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan sektor perkebunan sawit nasional.
Begitu juga yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin yang menyampaikan penelitian dosen Polbangtan harus mampu menjawab tantangan perkebunan sawit saat ini, mulai dari peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, hingga penguatan kapasitas SDM perkebunan. Inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat diterapkan langsung di lapangan sehingga memberi manfaat nyata bagi petani dan industri sawit nasional.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan kelembagaan memiliki peran penting dalam sistem agribisnis karena mampu menghubungkan berbagai aktor yang terlibat, mulai dari petani, koperasi, pedagang pengumpul, pabrik pengolahan, lembaga keuangan hingga penyuluh pertanian.
“Kelembagaan agribisnis yang kuat diharapkan mampu menciptakan sistem yang terintegrasi dan efisien sehingga nilai tambah yang dihasilkan dapat terdistribusi secara lebih adil. Koperasi sebagai kelembagaan ekonomi petani memiliki potensi strategis dalam memperkuat posisi petani dalam rantai nilai,” ujarnya.
Ketua Tim Peneliti, Yuliana Kansrini mengatakan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sikap serta motivasi petani dalam bergabung pada kelembagaan ekonomi petani kelapa sawit di Kabupaten Langkat.
“Selain itu, penelitian juga mengkaji bentuk dan tingkat partisipasi petani, peran kelembagaan ekonomi petani, model ekosistem bisnis kelapa sawit yang mendukung penguatan kelembagaan, hingga analisis rantai nilai komoditas kelapa sawit dan pendapatan petani,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan, tim peneliti yang terdiri dari Yuliana Kansrini., Puji Wahyu Mulyani., Endang Lumban Tobing, dan Ponimin, melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Langkat di Stabat, Kabupaten Langkat.
Dalam kunjungan tersebut, tim peneliti melakukan asesmen lapangan guna mengidentifikasi kondisi faktual koperasi dan menyampaikan rencana pelaksanaan penelitian yang akan melibatkan anggota koperasi dan petani kelapa sawit setempat melalui sejumlah kunjungan dan pertemuan lanjutan.
Salah satu anggota tim peneliti, Puji Wahyu Mulyani. menjelaskan bahwa model ekosistem bisnis yang dikembangkan berorientasi pada keberlanjutan dengan menekankan penguatan organisasi petani, akses permodalan, penerapan teknologi ramah lingkungan, serta sistem pemasaran yang adil.
“Model ekosistem bisnis pemberdayaan kelembagaan ekonomi petani kelapa sawit di Kabupaten Langkat merupakan langkah nyata menuju perkebunan berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah, akademisi, dan masyarakat, Langkat berpotensi menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sawit rakyat yang modern, adil, dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Melalui penelitian ini, Polbangtan Medan berharap dapat menghasilkan rekomendasi model pemberdayaan kelembagaan ekonomi petani yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani sawit sekaligus mendukung pembangunan perkebunan yang berkelanjutan di Indonesia.



