Tak Sekedar Magang! Mahasiswa Polbangtan Medan Turun Langsung Panen hingga Kawal Bantuan Pupuk di Tapsel

Tapanuli Selatan – Momentum Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan secara produktif oleh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan yang tengah menjalani program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) II Magang Penyuluhan Pertanian di Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (30/3/2026).

Tidak sekadar bersilaturahmi, para mahasiswa turut terjun langsung mendampingi penyuluh dan petani dalam berbagai kegiatan pertanian di lapangan. Kegiatan diawali dengan halal bihalal yang berlangsung hangat dan penuh keakraban antara mahasiswa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta kelompok tani.

Suasana kebersamaan terasa kental saat seluruh peserta saling berbagi cerita sambil menikmati hidangan Lebaran sederhana, yang semakin mempererat hubungan antara generasi muda pertanian dengan para pelaku utama sektor pertanian.

Usai kegiatan silaturahmi, mahasiswa langsung bergerak ke lahan untuk mengikuti panen bawang merah dan cabai bersama petani. Didampingi oleh PPL, mereka memperoleh pengalaman praktis sekaligus memahami secara langsung proses panen dan tantangan yang dihadapi petani di lapangan.

Tak hanya itu, mahasiswa bersama penyuluh juga mendampingi kelompok tani dalam proses penerimaan bantuan pupuk dari program Sumut Berkah yang diinisiasi oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara. Bantuan tersebut berupa 16 ton pupuk organik dan 600 kilogram pupuk NPK yang akan dimanfaatkan untuk mendukung budidaya bawang merah.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Kecamatan (KCD) Junnah Siregar serta Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, Sarietta Pasaribu, yang memberikan arahan serta dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi, penyuluh, dan petani merupakan kunci dalam memperkuat sektor pertanian nasional.

“Sinergi antara mahasiswa, penyuluh, dan petani menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas serta menjaga keberlanjutan pertanian. Momentum Idul Fitri ini justru dapat mempererat kolaborasi yang lebih kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa program MBKM menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan riil di lapangan.

“Mahasiswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga memahami langsung dinamika dan tantangan sektor pertanian di daerah,” jelasnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menambahkan bahwa pendekatan Teaching Factory terus diperkuat agar peserta didik mampu mengasah keterampilan melalui praktik nyata.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, mengapresiasi peran aktif mahasiswa dalam kegiatan tersebut.

“Kami bangga mahasiswa mampu memanfaatkan momen Idul Fitri tidak hanya untuk silaturahmi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendampingi petani. Ini mencerminkan pendidikan vokasi pertanian yang adaptif dan berdampak langsung,” ungkapnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, sinergi antara mahasiswa, penyuluh, pemerintah daerah, dan petani semakin kuat. Idul Fitri pun tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga momentum strategis dalam mendorong peningkatan produktivitas serta pembangunan pertanian berkelanjutan di daerah.