Selamat Datang di Website Polbangtan Medan |  Pengumuman seputar Polbangtan Medan "Pelaksanaan Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa Baru Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan Tahun Akademik 2023/2024"  dapat dilihat pada Pengumuman Polbangtan dibawah! | Event Polbangtan Medan "Soft Launching Aplikasi CoS Easy  dan Sosialisasi Badan Usaha Pertanian Kampus Polbangtan Medan" dapat dilihat pada rubrik Event dibawah ! | Berita seputar Kementerian Pertanian & Polbangtan Medan  "Program Magang, Mahasiswa Polbangtan Kementan Tanam Bibit Kopi di Sipirok"  dapat dilihat pada rubrik Seputar Polbangtan Medan di bawah!

 

 

 

 

 

Tingkatkan Kompetensi, Kementan Gelar Pembekalan Tugas Akhir Mahasiswa Polbangtan
  • Polbangtan Medan
  • Tuesday, 31 October 2023

Tingkatkan Kompetensi, Kementan Gelar Pembekalan Tugas Akhir Mahasiswa Polbangtan

MEDAN - Kementerian Pertanian RI mefasilitasi penyuluh pertanian berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk meningkatkan kompetensinya melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) khususnya di Polbangtan Medan.

Upaya tersebut ditempuh Kementan dengan Pembekalan Tugas Akhir (TA) Program Percepatan Peningkatan Kualifikasi Pendidikan melalui RPL (P3KP-RPL) di Polbangtan Medan.

Kegiatan diikuti mahasiswa Angkatan I tahun 2021 dan 2022 sebanyak 78 orang dan Angkatan II sebanyak 79 orang.

Kegiatan masing-masing angkatan berlangsung empat hari di Hotel Radisson pada 23 -26 Oktober 2023 dan Grand Kanaya Hotel Medan, 30 Oktober - 2 November 2023 yang dibuka oleh Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini dengan narasumber Prof Zulkarnaen Lubis, dosen Universitas Medan Area.

Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman tentang peran vital penyuluh dalam mendukung peningkatan produksi komoditas strategis khususnya padi, jagung dan kedelai.

"Kita (kementan) tahun ini fokus pada produksi padi, jagung dan kedelai. Kita harus mampu swasembada agar dapat menekan impor pangan," sebut Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan tujuan pendidikan vokasi pertanian adalah menciptakan job creator dan job seeker yang andal, maju, mandiri dan modern.

“Melalui pendidikan vokasi, Kementan melahirkan SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian andal dan unggul yakni job seeker serta sebagai pengusaha pertanian milenial handal, kreatif, inovatif, profesional, serta mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin atau job creator,” katanya.

RPL merupakan suatu program belajar yang memungkinkan mahasiswa ´mentransfer´ pengalaman menjadi satuan kredit yang diakui oleh perguruan tinggi.

RPL di Indonesia telah diakui dan regulasinya pun telah diatur oleh Kemendikbudristek melalui Permendikbudristek Nomor 41 Tahun 2021 tentang RPL yang diselenggarakan dengan prinsip aksesibilitas, kesetaraan pengakuan, transparan, serta penjaminan mutu.

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini menjelaskan tujuan kegiatan menyamakan persepsi dalam pelaksanaan TA program RPL di Polbangtan Medan; meningkatkan pemahaman dalam menyusun proposal TA dan pengetahuan tentang metodologi penelitian untuk TA.

"Percepatan peningkatan kualifikasi pendidikan dapat dilakukan melalui RPL, untuk melakukan studi lanjut pada pendidikan formal dibuktikan dengan berbagai dokumen di antaranya adalah ijazah," katanya.

Yuliana menambahkan, husus kepada mahasiswa yang melaksanakan TA, diharapkan setelah selesai pembekalan sudah dapat menyiapkan Proposal Penelitian, sehingga bisa secepatnya dapat diwisuda.

Prof Zulkarnaen Lubis selaku narasumber melalui materi bertajuk Metode Penelitian Penyuluhan dan Pengolahan Data Penelitian oleh Andre Hasudungtan Lubis.

Dia mengingatkan mahasiswa RPL dapat menyelesaikan TA dengan sebaik-baiknya agar dapat lulus tepat pada waktunya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah RI menetapkan bahwa penyuluh adalah tenaga dengan jenjang pendidikan minimal Diploma III, tertuang pada Permenpan RB No 35/2020 Pasal 1 yang menyatakan "jabatan fungsional penyuluh pertanian kategori Madya melalui pengangkatan pertama sekurang-kurangnya harus memiliki ijazah DIII”.

Sementara UU No 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi pada Pasal 42 menyatakan, ijazah diberikan kepada lulusan pendidikan akademik dan pendidikan vokasi sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu program studi terakreditasi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Pengakuan terhadap RPL merupakan strategi tepat untuk meyakinkan bahwa seseorang tidak harus memulai dari awal untuk mendapatkan pengakuan keterampilan berharga yang sudah dimilikinya [National Marketing Strategy for VET, ANTA 2000].

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset