Selamat Datang di Website Polbangtan Medan | Polbangtan Medan Peduli : Info Khusus Covid-19 dapat dilihat dibawah! | Pengumuman seputar Polbangtan Medan "PMB Program RPL Tahap II PPPK ASN Penyuluh Pertanian Polbangtan Medan" dapat dilihat pada rubrik Pengumuman Polbangtan Medan dibawah ! | Berita seputar Polbangtan Medan "Inovatif, TEFA Polbangtan Kementan kembangkan budidaya bawang merah sepanjang musim " dapat dilihat pada rubrik Seputar Polbangtan Medan di bawah!

Siapkan lulusan berkualitas, Polbangtan Kementan gandeng perusahaan swasta di Dairi
  • Polbangtan Medan
  • Monday, 10 October 2022

Siapkan lulusan berkualitas, Polbangtan Kementan gandeng perusahaan swasta di Dairi

Medan - Dalam upaya mewujudkan dukungan terhadap Merdeka Belajar Merdeka Kampus (MBKM) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dari Kementerian Pertanian RI menggandeng mitra swasta agroindustri kopi dan aneka rempah, PT Wahana Graha Makmur (WGM) berbasis di Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara [Sumut]. Enam mahasiswa Polbangtan Medan mengikuti Program MBKM pada WGM selama enam bulan, mulai 27 September 2022 hingga 27 Maret 2023. Mereka adalah mahasiswa Prodi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan Semester VII yang mengikuti magang pada WGM di Desa Lae Mungkur, Kelurahan Sidiangkat, Dairi. Keenam mahasiswa yakni Martha Angelina Purba, Veronika Kristina Berutu, Mohamad Al Hafis Nur, Azfar Fauzi Marpaung, Hillarin Veronika Sitinjak dan Aulimizan Alfikri Tambunan didampingi dosen Windy Manulang dan timnya Ira Lisyani Tampubolon diterima oleh Kepala HRD WGM, Ferdinand Sitomurang. Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo meyakini pendidikan vokasi akan melahirkan para petani milenial terdidik yang andal, mumpuni dan berkualitas. Hal itu sejalan dengan tujuan Program MBKM yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, yang bertujuan mendorong mahasiswa menguasai ilmunya untuk dikomparasi dan diperkaya melalui pengalaman magang, sebagai bekal memasuki dunia usaha dan dunia industri (DuDi). "Dengan pendidikan vokasi, kami berharap hadir petani milenial yang mampu memberikan inovasi dalam pertanian, karena bagaimanapun, masa depan pertanian berada di pundak generasi milenial,” kata Mentan Syahrul. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, perlu dilakukan penyiapan, pencetakan SDM pertanian unggulan. “Dari pendidikan vokasi, Kementan melahirkan SDM yang kompetitif, mengingat fungsi pendidikan merupakan landasan pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan wawasan yang akan membentuk kompetensi pada SDM pertanian yang merupakan faktor kunci peningkatan produktivitas pertanian,"ujar Dedi. Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini mengatakan mahasiswanya ditempatkan pada sejumlah mitra swasta di seantero Sumut, untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta pengalaman lapangan. "Mewakili pimpinan Polbangtan Medan, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan WGM, telah bersedia menerima mahasiswa kami untuk magang Program MBKM. Selain magang, mereka juga melakukan kegiatan penelitian untuk Tugas Akhir mereka," kata Windy Manulang mewakili Direktur Yuliana Kansrini. Windy mengakui, inilah pertama kalinya mahasiswa Polbangtan Medan mengadakan magang di WGM, dan mahasiswa diharapkan dapat mematuhi dan menyesuaikan diri dengan peraturan perusahaan. “Jaga nama baik almamater dan nama baik WGM. Mudah-mudahan mahasiswa dapat menjalani kegiatan magang dengan mematuhi aturan perusahaan," katanya. Secara geografis, WGM memiliki lahan seluas 250 hektar untuk perkebunan kopi, yang terbagi menjadi 30 hektar untuk pembibitan kopi, 10 hektar fasilitas pengolahan kopi [penggilingan], 100 hektar untuk cagar alam dan selebihnya untuk penanaman sayuran, pabrik kompos, fasilitas pekerja, fasilitas lain dan wisma. Kepala HRD WGM, Ferdinand Situmorang menyambut baik dan mengapresiasi kepercayaan Polbangtan Medan seraya menegaskan bahwa keenam mahasiswa akan dilatih tentang manajemen persiapan lahan kopi hingga manajemen perusahaan. “Kegiatan magang akan disesuaikan dengan mata kuliah di kampus. Keenam mahasiswa akan dalam dua kelompok. Teknisnya, akan diatur oleh kepala divisi lapangan. Selama magang, inilah dunia kerja kalian yang nyata. Selain mengerti ilmu lahan juga mengerti tentang proses administrasi perkantorannya,” katanya. Ferdinand mengingatkan untuk menghindari tindakan asusila. Jaga sikap, moral dan berperilaku yang baik. Pintar tanpa moral adalah nol. Apabila terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, mahasiswa akan dikembalikan ke pihak kampus.

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset