Polbangtan Medan segera bina petani Jamur Tiram Deli Serdang dari hulu ke hilir

Polbangtan Medan segera bina petani Jamur Tiram Deli Serdang dari hulu ke hilir

Jumat, 2 April 2021

Medan (ANTARA) - Polbangtan Medan segera mengadakan kegiatan pembinaan desa mitra, di Kelompok Tani Kejati Desa Lau Bakeri, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara yang selama ini membudidayakan Jamur Tiram.

"Ini bagian pengabdian masyarakat  yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (Polbangtan)," kata Direktur Polbangtan Medan Yuliana Kansrini, di Medan, Jumat, (2/4).

Kegiatannya akan dimulai bulan ini yakni April - Juni 2021. Karena, Tim Dosen Polbangtan Medan baru saja melakukan survei lapangan dan identifikasi pemetaan masalah dan potensi kelompok tani Kejati pada 30 Maret 2021.

Menurut tim survei yang didampingi Monalisa selaku PPL melihat prospek budidaya dan produk olahan Jamur Tiram Koptan Kejati dibawah binaan BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Medan Krio itu cukup menjanjikan.

"Koptan Kejati yang memproduksi 15 kg jamur tiram per hari ini masih membutuhkan pembinaan. Jamur tiram ini merupakan pencaharian utama kelompok. Untuk bibit F1 jamur tiram masih ketergantungan ke luar lokasi," kata Monalisa.

Budidayanya bahkan masih secara kimiawi terutama untuk pengendalian hama pada media tanam dan jamur tiram. Kemampuan penanganan pascapanen kelompok dengan 20 anggota yang diketuai Indra Gulo, dinilai masih rendah.

Kelompok tani Kejati menyadari itu dan bahkan berminat memgembangkan budidaya jamur tiram itu secara organik. Lalu berusaha agribisnis jamur tiram mulai hulu hingga produk turunannya.

Kelompok tani Kejati akan menyediakan lahan praktik sebagai lokasi mereka untuk mendapat pembinaan dari Polbangtan Medan.

Kepala BPPSDM Pertanian Dedy Nursyamsi juga sering menekankan bahwa teknologi dan ilmu pengetahuan penting untuk mendorong hasil peningkatan produksi para petani.

Serta berharap bagi sipitas akademika (kampus Polbangtan Medan) dibawah binaan Kementerian Pertanian untuk terus dapat menularkan ilmunya ke masyarakat petani sebagai kewajiban.

"Adapun kurikulum atau materi pembelajaran yang akan diberikan diantaranya Motivasi Usaha Jamur Tiram, Pengelolaan Jamur Tiran Crispy, Pengelolaan Nugget Jamur Tiram," kata Yuliana.

Sementara Kepala UPPM Firman R.L Silalahi menambahkan bahwa perguruan tinggi (Polbangtan Medan) khususnya dituntut untuk dapat menghasilkan pengabdian kepada masyarakat yang dapat memberikan kemanfaatan sosial ekonomi bagi masyarakat secara luas.