Lewat Bimtek, Kementan dorong penyuluh dan petani Aceh berwirausaha

Lewat Bimtek, Kementan dorong penyuluh dan petani Aceh berwirausaha

Senin, 25 Oktober 2021

Medan (ANTARA) - Penyuluh dan petani merupakan lokomotif pertanian yang perlu mendapat prioritas dalam penyusunan perencanaan program pembangunan pertanian. Penyuluh dan petani harus menjadi pelopor yang inovatif, kreatif, profesional, mandiri, berdaya saing, dan berwawasan global. 

Salah satu upaya mewujudkan peningkatan kapasitas petani dan penyuluh di bidang pertanian, adalah melalui program terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan. 

Salah satu berupa Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas bagi Petani dan Penyuluh, seperti yang dilaksanakan Kementerian Pertanian di Aceh.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menegaskan, pengembangan SDM pertanian sangat penting untuk dilakukan. 

“Pengembangan sumber daya manusia sangat penting. Khususnya untuk mengoptimalisasikan sektor pertanian ke depan,” tuturnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menyampaikan hal serupa.

“SDM pertanian menjadi faktor pengungkit peningkatan produktivitas sektor pertanian, karenanya perlu ditingkatkan kapasitasnya,” ungkapnya.

Melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan Komisi IV DPR RI menyelenggarakan Bimtek Peningkatan kapasitas penyuluh dan petani di Hotel Lido Graha, Kabupaten Aceh Utara, 18 Oktober 2021.

Bimtek yang diikuti 100 petani dan penyuluh, bertujuan untuk peningkatan kapasitas Penyuluh dan petani dalam mengembangkan usaha di  sektor pertanian di Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan ini dibuka Muslim, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, secara virtual. Turut dihadiri Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Kepala  Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Aceh Utara.

Muslim berharap Bimbingan Teknik mampu meningkatkan kemampuan dan kapasitas penyuluh pertanian dalam transfer teknologi kepada petani sehingga dapat bekerja secara profesional, mandiri, mampu bersaing dan berwawasan global.

“Kegiatan ini dalam rangka peningkatan SDM dan tentunya ini semua agar masyarakat terutama penyuluh dan petani bisa mandiri,” paparnya.

Zulfikar Mulieng sebagai Ketua Gerakan Pemuda Tani Berusaha Tani (Gepeubut) Aceh dan  Imran Sakwan Hutagaol dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara diundang sebagai pemateri yang dianggap kompeten dalam peningkatan kapasitas penyuluh dan petani.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi mengucapkan ribuan terimakasih kepada Muslim karena selalu membantu para petani dan penyuluh di wilayah kabupaten Aceh Utara. 

Erwandi mengatakan bahwa  penyuluh  adalah garda terdepan dalam mewujudkan harapan petani  untuk menyukseskan program-program pertanian di kabupaten Aceh Utara.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Yuliana Kansrini, mengatakan acara ini adalah program perjuangan Kementerian Pertanian dan juga aspirasi Muslim dalam  peningkatkan kapasitas para petani dan penyuluh di sektor pertanian di era modern.

“Bimbingan teknis juga akan berimpek langsung kepada para petani dan penyuluh karena materi-materi yang disampaikan oleh pemateri akan dilatih wirausaha dan cara peningkatan hasil pertanian,” kata Yuliana.

“Saya kira ini adalah momentum yang tepat untuk meningkatkan produksi dan menjadi peluang untuk mendapatkan tambahan penghasilan,” tambahnya.

Yuliana juga berharap agar Bimtek bisa terus berlanjut dengan materi dan waktu yang lebih lama lagi.