Kementan maksimalkan pendidikan vokasi cetak generasi unggul

Kementan maksimalkan pendidikan vokasi cetak generasi unggul

Senin, 20 September 2021

Medan (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memastikan masa depan pertanian Indonesia akan semakin cerah. Untuk itu, regenerasi petani terus digenjot. Pencetakan petani milenial tidak pernah berhenti dilakukan, termasuk memaksimalkan peran pendidikan vokasi. 

Dengan cara ini, Kementan menargetkan calon petani milenial yang qualified jod seeker dan qualified job creator.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan, keterlibatan generasi muda dalam menggerakan sektor pertanian sangat dibutuhkan. 

Harapan besar pun berada di pundak generasi milenial dalam pembangunan pertanian. Menurutnya milenial harus berani menjadi petani atau mendirikan start up pertanian. 

"Usaha pertanian itu paling pasti untuk dilakukan. Selain untuk ekonomi, bisa juga membuka lapangan kerja. Coba bandingkan dengan usaha tambang yang membutuhkan waktu 10-20 tahun baru bisa mendatangkan hasil," ujar Mentan SYL.

Sebanyak 200 orang mahasiswa baru Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan mengikuti kuliah umum Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM  Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, dengan tema `Generasi milenial untuk pertanian maju, mandiri dan modern`. 

“Di sinilah kalian akan digembleng, dididik, dilatih untuk menjadi petani milenial yang betul-betul handal, petani milenial yang mandiri, profesional, berdaya saing dan berjiwa entrepreneurship yang tinggi. Disinilah kalian akan ditempa berbagai kurikulum, praktikum Teaching Factory, praktek lapang untuk mencetak kalian (red : Mahasiswa baru),” kata Dedi.

“Kuliah di Polbangtan Medan adalah pilihan hidup kalian maka luruskan, mantapkan dan kuatkan niat kalian untuk meneruskan pembangunan pertanian nasional dan menjadi petani milenial yang tangguh kelak” kata Dedi lagi meyakinkan mahasiswa baru Polbangtan Medan.

Menjadi petani milenial yang  tangguh adalah petani yang tahan banting, tahan dengan berbagai deraan, dapat berdiri kokoh dan berdiri tegar walaupun dilanda badai Covid-19. Tantangan , hambatan, godaan kedepan akan semakin besar. 

Selain tangguh, mahasiswa baru juga harus handal. 

Petani milenial yang handal artinya petani milenial yang mampu mendongkrak produktifitas, yang mampu meningkatkan efisiensi, yang mampu menekan ongkos produksi serendah rendahnya sehingga mampu menghasikan keuntungan yang banyak.

Selanjutnya mahasiswa baru diharapkan menjadi petani milenial yang kreatif artinya menjadi petani milenial yang inovatif, banyak menularkan ide-ide yang brilian untuk menghasilkan produktifitas, mampu meningktkan produksi dan mampu menghasilkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya meskipun dimasa pandemic COVID-19. 

Dedi mengatakan akibat Pandemi Covid 19 jumlah petani di Indonesia meningkat menjadi 38 juta orang. Ternyata dari 38 juta orang petani 70% nya umurnya diatas 45 tahun. Kurang dari 30% petani Indonesia berusia 45 tahun atau disebut dengan petani milenial. 

"Oleh karena itu, harus dilakukan regenerasi petani dari petani kolotnial menjadi petani milenial. Mahasiswa baru Polbangtan sangat diharapkan untuk menjadi petani milenial," ujar Dedi Nursyamsi lagi.

Kuliah umum ini merupakan rangkaian  kegiatan intrakurikuler kampus melalui kegiatan Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa [Mabidama] yang diselenggarakan secara virtual, 15 September 2021. 

Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini, yang juga menjadi moderator, melaporkan bahwa calon mahasiswa baru Polbangtan Medan pada tahun 2021 berjumlah 200 orang terdiri dari 3 program studi diantaranya program studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan 70 orang.

Program studi Penyuluhan Perkebunan Presisi 70 orang dan program studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan berjumlah 60 orang.

“Diharapkan dengan kuliah umum ini dapat memotivasi calon mahasiswa baru agar menjadi petani milenial yang menjadikan pertanian Indonesia maju, mandiri dan modern.Mahasiswa baru Polbangtan Medan sendiri  telah mengikuti kegiatan Mabidama sejak tanggal 11 sampai 24 September 2021," tutur Yuliana.